Vindo Comics, Pusat Komik Wayang dan Silat Indonesia. Jakarta Comic Center.

11 Oktober, 2007

Wayang Indonesia Dinobatkan sebagai ”Masterpiece” Dunia

Filed under: Blogroll — vindocomic @ 7:51 pm

Oleh CAHYA HEDY
ADALAH suatu kebanggan sekaligus sebuah prestasi budaya yang mendunia dari suatu bangsa yang berbudaya serta memiliki citra dan berperadaban tinggi, ketika kesenian wayang kini didudukan sebagai salahsatu masterpiece dunia. Pada 7 November 2003 lalu, wayang Indonesia mendapat pengakuan dari UNESCO sebagai Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity. Tentunya penghargaan tinggi seperti itu tidak mudah diberikan pada setiap bangsa yang memiliki kekayaan budayanya, melainkan anugerah budaya tersebut berlandaskan berbagai kriteria dan parameter tertentu.

Momentum tersebut sangat relevan sekali dengan keberadaan seni pewayangan Indonesia yang memiliki ragam bentuk seni wayang yang terhampar di berbagai wilayah budaya Nusantara. Yang lebih populer keberadaannya adalah Wayang Kulit dari Jawa dan Wayang Golek dari Sunda. Dua bentuk seni pertunjukan tersebut masing-masing memiliki kekuatan nilai baik estetis, praktis maupun filosofinya. Keedua-duanya sama-sama sebagai kesenian wayang yang berakar dari budaya lokal yang hidup secara turun temurun dalam rantai benang merah ketradisiannya. Tidaklah berkelebihan ketika seni wayang (Wayang Golek dan Wayang Kulit) mendapat tempat sebagai seni yang adiluhung.

Konsekuensi logis dari adanya pengakuan UNESCO terhadap Teater Wayang Indonesia sebagai Masterpiece of Oral and Intangible of Humanity, maka Kementrerian Kebudayaan dan Pariwisata pada 26 Januari – 2 Februari 2004 lalu telah melaksanakan kegiatan sosialisasi wayang ke luar negeri yaitu ke Prancis, yang digelar di Kota Bordeaux, Nancy (perbatasana dengan Jerman) dan Kota Strassbourg dan terakhir di Kota paris.

Meski kebudayaan tersebut berbentuk Lecture Demonstration dan Exhibition Teater Wayang Indonesia, yang pelaksanannya dipimpin langsung oleh Dr. Sri Hastanto,S.Kar. yang saat ini menjabat sebagai Deputi Bidang Seni dan Film pada Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata. Jumlah personel yang tergabung dalam misi budaya sosialisasi Wayang Indonesia di luar negeri tersebut berjumlah 18 orang dari mulai kepanitiaan, seniman dan wartawan.

Melalui misi budaya tersebut diharapkan mampu memberikan keyakinan terhadap masyarakat dunia melalui wayang, bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang berbudaya dan bermartabat serta berperadaban tinggi. Disisi lain melalui misi budaya inipun diupayakan agar Indonesia dapat menjadi pusat (leading actor) dalam hal pewayangan dunia, seperti halnya dipaparkan oleh Sri Hastanto (pimpinan rombongan).

Wayang ajen partisipan

dari (Sunda) Jawa Barat

Pada dasarnya misi budaya tersebut berlangsung sukses, terlebih dari hal pertunjukkannya yang berhasil memukau masyarakat setempat. Kesuksesan tersebut pada dasarnya didukung oleh berbagai pihak terkait. Selain dari adanya kepiawaian dua dalang (Wayang Golek dan Wayang Kulit) yaitu Ki Dalang Wawan Gunawan (Wayang Golek Ajen) dan Ki Dalang Bambang Sowarno (Wayang Kulit) juga peranan sang presenter Sri hastanto yang memberikan penjelasan seputar wayang Indonesia termasuk meluruskan definisi pengertian kata wayang yang sebenarnya, ceramahnya dapat meyakinkan publik akan pemahamannya tentang wayang di Indonesia meski secara global. Di samping itu pula, perang pro aktif dari dua lembaga perwakilan Indonesia di Perancis yaitu Duta Besar RI untuk UNESCO dan KBRI Paris dalam hal ini Atase Pendidikan dan Kebudayaan. Kedua lembaga tersebut telah berupaya membantu menyukseskan misi budaya Indonesia di Prancis.

Tindak lanjut dari kesusksesan pada sosialisasi awal tentang peta kekuatan wayang Indonesia di mata dunia tersebut , maka pada 19 April 2004 mendatang, wayang Indonesia akan dipentaskan kembali pada event pembukaan sidang Excecutive Board UNESCO di markas besar UNESCO Paris. Moment seperti itu dipandang telah memberikan angin segar terhadap kebangkitan dan semangat berkesenian para seniman pewayangan (padalangan) di tanah air. Paling tidak para seniman padalangan di tanah air terutama lingkup wayang golek dan wayang kulit, mendapat kesempatan untuk tampil di manca negara dalam event-event penting yang tidak hanya sekadar tour layaknya.

Selama ini duta-duta seni yang mendapat kepercayaan melanglang dunia terbatas hanya pada seniman-seniman tertentu saja. Untuk selalu menjaga kualitas dan kelayakan sebagai duta seni tersebut, kiranya pihak terkait terutama Senawangi sebagai payung besarnya dapat lebih proaktif dan bijaksana dalam memilih dan mennetukan para seniman padalangan (dalang) yang akan dijadikan duta seni ke manca negara.

Seperti kita maklumi bersama bahwa orgaisasi induk pedalangan dalam hal ini adalah Pepadi Pusat dan Senawangi, dijadikan pusat koordinasi yang dapat mengakomodir komunikasi antar seniman pedalangan di nusantara. Untuk itu perlu ada keseimbangan koordinasi antara komunitas wayang kulit (Jawa) dengan komunitas wayang golek (Sunda), keduanya memiliki kedudukan yang sama sebagai aset kekayaan budaya nusantara yang adiluhung. Semoga!***

Minggu, 07 Maret 2004

http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/0304/07/khazanah/lainnya5.htm
Vindo Comics

Plasa Semanggi lt.2 no.118 blok b

Telp : 021-929-11241

Hp : 0815-91-34183

vindo_mail@yahoo.com

http://www.wayangkom.com

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: